Gue dan awal mula mengenal Stand-Up Comedy

Hype-nya Stand-Up Comedy di Indonesia memang udah mulai sejak beberapa tahun lalu, tapi baru di tahun 2013 ini gue berkesempatan nonton live (3GP Tour Depok nya Ge Pamungkas & Habis Gelap Terbitlah Tawa nya Pandji Pragiwaksono). Pengalaman yang asik sih menurut gue, hiburan yang lumayan ngajak mikir kritis juga. Di sini, gue ingin berbagi sedikit kisah gue mengenal stand-up comedy.

Awalnya gue udah pernah sekilas liat beberapa video di YouTube yang isinya pelawak (biasanya dari luar negeri) yang menceritakan beberapa kisahnya sendirian di atas panggung untuk diketawain rame-rame. Gue pun tahu istilah stand-up comedy, walaupun dulu gue nggak ngerti bercandaannya, entah karena kendala bahasa, kurang berpikir, ataupun masih beda persepsi tentang humornya.

Sekitar tahun 2010, gue liat pertunjukan semacam itu di salah satu stasiun tv swasta. “Nah, akhirnya kita punya becandaan yang pinter di tv!”, begitu pikir gue saat itu. I didn’t expect much about the comics’ (pelaku) performances, karena pada saat itu masih sedikit yang paham, berani, dan cukup pintar untuk membawakan gaya lawakan macam itu, apalagi di tv nasional. Tapi gue udah cukup senang stand-up comedy masuk ke Indonesia.

Setelah gue cari tahu, ternyata gaya stand-up ini sendiri udah lama dipake sama nama beken macam Butet Kertaradjasa. Namun dulu gue masih menganggap itu mungkin hanya monolog, karena topik yang dia bawakan nggak begitu “lawak”, lah, karena yang sering gue liat topiknya politis. Tapi comics yang ada di tv ini membawakan topik yang ringan dan dekat dengan kehidupan kita, jadi lebih mudah dicerna dan lebih “dapet” lah lucunya.

Lalu beberapa orang yang tertarik mendalami stand-up comedy membentuk komunitas regional, bahkan nasional. Mereka sering bikin event yang ngundang comics pro untuk perform dan ngasih semacam seminar, ataupun ngadain open mic untuk ajang latihan para pemula,. Salah satu tv swasta bahkan ngadain kompetisi stand-up comedy sendiri.

Salah satu jebolan kompetisi tersebut, Ernest Prakasa, akhirnya jadi orang pertama yang melakukan tur nasionalnya yang dinamai “Merem Melek Tour”.Dengan pemahaman orang-orang yang pada saat itu belum mendalam tentang seni stand-up comedy, jelas ini sebuah langkah berani. Namun kenyataannya tur ini sukses, dan mendorong comics lainnya melakukan hal serupa.

Banyak orang tahu tentang Merem Melek Tour dari Twitter, termasuk gue, karena nge- follow orang-orang terkenal yang ternyata adalah salah satu penggiat awal stand-up comedy seperti Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono (keduanya juga merupakan host kompetisi stand-up comedy Indonesia musim pertama). Namun setelahnya atmosfer asik ini meluas, dan orang-orang pun semakin penasaran tentang stand-up comedy. Dua stasiun tv nasional pun meng-intensifkan durasi penayangan acara stand-up comedy nya. Semoga bukan pencitraan supaya dikira cerdas dan modern aja.

Bulan dan tahun berlalu, sekarang siapa sih penggemar stand-up comedy yang nggak tahu Raditya Dika, Pandji, Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, Sammy D. Putra, Soleh Solihun, dan lain-lain? Sekarang bahkan kita bisa milih mau nonton comics dengan gaya melucu dan membawakan materi yang berbeda-beda. Tapi butuh waktu yang nggak sebentar dan usaha yang super keras dari banyak pihak sampai akhirnya stand-up comedy jadi hiburan yang lumrah dan kreatif di Indonesia seperti sekarang ini.

Sebelum mengakhiri, gue mau ngasih semangat buat teman-teman yang sedang merintis karir stand-up comedy nya, semoga sukses! Jangan berhenti belajar, liat aja comics yang sekarang segitu terkenalnya butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun karir dan dikenal kayak gitu. Semoga suatu saat gue bisa nonton tur nasional kalian, amiin. :)

Gue ingin mendedikasikan tulisan ini untuk calon maba SAPPK ITB 2012 yang udah lebih dulu meninggalkan kita karena pembengkakan jantung (mohon maaf gue lupa namanya). Dulu gue pernah denger kalo dia lagi semangat belajar tentang stand-up comedy sebelum dia wafat. Semoga kamu beristirahat dengan tenang, kawan. We love you.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s