Gue dan Ribetnya Lensa Kontak

Kebiasaan gue berlama-lama megang smartphone dan nangkring di depan laptop pada akhirnya bikin mata gue minus. Udah sekitar dua tahun lebih gue terpaksa make kacamata, terutama untuk ngikutin kelas/kuliah. Namun dengan keadaan hidung gue yang pesek ngenes ini, kacamata gue sering banget merosot tiap kali dipake. Gue juga udah ngilangin beberapa kacamata karena sering banget naroh benda-benda sembarangan dan gagal mengingat kembali ke mana terakhir benda tersebut gue pindahin.๐Ÿ˜ฆ

Tanggal 12 kemarin, gue akhirnya memutuskan untuk beli sepasang lensa kontak demi alasan kepraktisan. (Udah gaya-gayaan beli yang warnanya coklat muda, pada akhirnya nggak keliatan karena warnanya mirip warna asli iris gue. -_-) Awalnya aja ternyata udah ribet. Gue menghabiskan sekitar 40 menit di optik dengan mata merah dan bercucuran air mata hanya untuk belajar masang lensanya. Orang-orang yang keluar masuk optik ngeliat gue dengan tatapan ngeri dan (kemungkinan) bakal mikir kalau mereka nggak perlu beli lensa kontak dalam waktu dekat. :p

Tiap hari, gue menghabiskan bermenit-menit sebelum berangkat kuliah untuk sekedar masang dan bermenit-menit lagi sebelum tidur untuk ngelepas lensa kontak Terkadang kegiatan masang-nyopot ini masih gue lalui dengan drama bercucuran air mata, apalagi kalo lagi buru-buru. Untungnya hari demi hari waktu yang gue habiskan jadi semakin singkat, walaupun gue sadari kalau gue butuh waktu lebih lama untuk pasang-copot lensa sebelah kanan dibandingin yang kiri.

Sayangnya, proses nyopot lensa gue malem kemarin nggak berjalan mulus. Lensa yang sebelah kanan slip ke bawah waktu gue coba copot, dan akhirnya kedua jari gue malah nyolok mata sendiri. Dan beginilah penampilan gue hingga beberapa jam setelah kejadian:

TPhoto_00012

Setelah nyari tahu (plus info dari Talitha), gue baru ngeh kalau mata kita nggak boleh kering waktu kita nyopot lensa kontak. Lensa kontak memang menyerap kandungan air dalam mata supaya bisa nempel dan bentuknya tetap. Setiap beberapa saat, mata yang make lensa kontak harus ditetesin obat supaya kelembaban mata terjaga, penglihatan tetep cerah, dan pada akhirnya jadi gampang nyopotnya juga.๐Ÿ˜€

Kalo ditanya apakah setelah kejadian ini jadi kapok, jawaban gue sih enggak. Cuman emang gue harus belajar sabar kalo nggak mau pegel make kacamata dan tetep make lensa kontak. Sayang-sayang sama mata, ya. Berbahagialah teman-teman yang penglihatannya masih bagus dan nggak perlu make alat bantu penglihatan.๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s